Kumpulan Tulisan Cristabell Rusi

Karena Rasa Bukan Burung

Melepas rasa berbeda dengan melepas burung karena burung tadi adanya sudah di luar, sudah di genggaman tangan kita.
Tetapi rasa, seringkali adanya masih jauh di dalam, bahkan terpendam di dasar jiwa.

Bukan Ga Ngapa-Ngapain

Kalau keberlimpahan datang dari kerja dan keaktifan seseorang, maka harusnya orang yang kerja dari pagi sampai malam pasti kaya, orang yang kerja keras banting tulang pasti kaya. Kenyataannya, apakah pasti begitu?

Salam Rindu

Kamu ingin hidup yang berarti?
Aku tahu untuk apa kamu hidup 
Aku tahu alasan kamu hadir di dunia ini
Jika saja kamu menyediakan waktu untuk mendengar panggilanku
Kita akan berjalan bersama menjalani hidup yang penuh arti

Takut

Tuhan, aku ingin masuk ke dalam sana dan berdiam di situ
Mengapa?
Karena di sana aku merasa aman. Tak ada seorangpun selain diriku. Tak ada yang menghakimiku. Tak ada orang yang perlu aku buat senang. Aku tak perlu persetujuan orang di dalam sana. Aku bisa menjadi diriku sendiri.

Nanti Yang Tak Pernah Sampai

“Nanti” seringkali membuatku melewatkan hal-hal berharga yang ada di “Sekarang” 
Di ujung “Nanti” seringkali ada penyesalan menunggu
 
Sebetulnya,
Semua yang aku pikir hanya ada di “Nanti” dengan sederet “kalau”,
Ternyata selalu ada di “Sekarang”

Takut Dan Cinta Part-1

Tuhan, aku takut..

Cinta adalah kekuatan terbesar di Semesta.
Ketika cinta hadir, ketakutan memudar.
Maka, jika rasa takutmu hadir menguasaimu, mungkin itu pesan bahwa kau kurang mencintai.

Takut Dan Cinta Part-2

Cinta kasih akan melengkapi pengetahuan yang kita miliki. Karena tanpa cinta kasih, seorang guru setinggi apapun ilmunya, hanya akan menjadi hakim. Yang menilai segala sesuatu dari benar dan salah. Yang hanya senang menerima murid yang baik dan pintar, tapi tidak untuk murid yang bodoh dan nakal. Murid yang baik dan pintar mungkin akan bisa belajar darinya, tapi bukankah esensi seorang guru adalah mengajar yang tidak bisa sehingga menjadi bisa, dari yang tidak baik menjadi yang baik? 

Punya Gue Bukan Ya?

Gue punya phobia sama satu lagu. Cuma Ary Agung Wahono sama Ananta Wajendra Dba aja yang tau. Karena gue sendiri baru sadarnya pas udah gede, padahal ini lagu populer di jaman gue SMP. Gue tadinya cuma ngerasa gak suka aja ama ini lagu. Tapi gak sadar bahwa gak sukanya sampe ngefek ke perasaan gue.

I'm Sorry Kokoh

Pagi ini Liel cerita sama gw dia pernah mimpiin engkongnya, bokap gw.
Dia nanya kenapa ya Mi..
 
Gw nanya, “Mimpi apa Kokohnya?”
“Engkong kan biasa di kursi roda. Di mimpi Engkong udah berdiri dan jalan. Engkong jalan dan kita semua peluk dia. Abis itu Engkong jalan lagi dan dia sempet nengok lagi ke kita, and he waved.”
“Engkongnya senyum ga Koh?”
“Iya, senyum.”

Ganti Peran

Tadi malem gw sama Ary nemenin Liel Adele nonton Toy Story 4. Mereka suka. Dan gw juga suka. Ary biasa aja kayanya. Hehehe.. Mungkin karena dia gak terlalu ngikutin dari Toy Story yg ke 1, 2, dan 3. 
 
Sebelum tidur biasa kita ngobrol-ngobrol, dia nanya ke gw, “Kamu suka gak Toy Storynya tadi?”
“Suka. Suka banget.” Gw malah sempet mewek dikit di akhir film, maklum lah ya. Receh gw mah.
 
“Kenapa gitu kamu suka banget?” Ary nanya lagi ke gw. Mungkin karena buat dia kok biasa aja gitu ya. 
“Ya.. banyak.. suka jalan ceritanya. Lucu, tapi emosinya kena. Banyak relate ke saya.”

Kamu Bukan Mami

Jadi orangtua itu kudu berlapang dada ketika anak ternyata tidak menyukai yang kita sukai, atau sebaliknya, menyukai yang kita tidak sukai.
 
Kaya si pentul kecil satu ini.. 
Adele suka banget warna pink. Dulu gw alergi banget sama pink. Sampe temen kuliah gw punya rencana jahat mau beliin gw baju pink bunga2.

Dear Rusi Kecil

Lagu itu salah satu tracker rasa yang ampuh.
 
Pernah ngalamin gak, denger satu lagu tertentu, terutama lagu dari masa kecil dan masa remaja kita, dan suasana hati kita langsung berubah? Bahkan mungkin gak cuma suasana hati dan rasa yang terpanggil, tapi juga kilasan kejadian, lengkap dengan gambaran tempat dan orang-orang yang ada bersama kita saat itu.

Yuk Ditemenin

Seorang anak kecil perempuan yang duduk meringkuk di pojok ruangan kosong, sambil peluk lututnya dan menundukkan kepalanya, sambil nangis. Merasa takut sendirian tapi juga sedih karena ga yakin ada orang yang mau nemenin dia. Dia merasa perlu waktu untuk mengeluarkan semua perasaan sedih & ga berharga yang dia rasain bertahun-tahun, belum lagi dia juga ngerasa takut ditinggalin.

Ada Saat Terpisah, Ada Saat Terhubung

Orang yang hebat bukan orang yang selalu bahagia, karena itu mustahil, tapi orang hebat karena dia mengenal dirinya di dalam dan mampu menjadi tuan atas dirinya. 
Mampu mengelola pikiran dan perasaan, bukannya terbawa oleh pikiran dan perasaannya. 
Untuk bisa mengelola pikiran dan perasaannya, seseorang perlu mampu bersahabat dengan segala bentuk pikiran dan perasaan yang muncul dalam dirinya.
Paham kenapa itu muncul, dan kemudian mampu memutuskan respon yang tepat.

Pain Is Messenger

Rasa sakit adalah pembawa pesan, masih ada luka yg kita simpan, masih ada konflik di dalam diri, masih ada yg perlu kita pelajari. 

Dan semuanya untuk kebaikan, keselarasan, dan kebahagiaan kita. 
 
Berfokus pada pesannya, bukan rasa sakitnya, akan membantu kita untuk bertumbuh dan keluar dari pola rasa sakit yang selama ini kita alami.

Harusnya Mudah Tapi Kenapa Susah?

What we think, we become.
What we feel, we attract.
What we imagine, we create.
 
Di buku Letting Go, David R Hawkins kasih penjelasan yang bikin kata-kata ini ternyata bukan cuma sekedar kata-kata motivasi supaya kita positive thinking, feel good, dan ngebayangin yang baik-baik aja, tapi secara scientific dia bedah satu per satu state emosi dan hasilnya.
 
Fiuhh..hehehe.. Keren banget.

We Don't Have Anyone To Compare With

We don’t have anyone to compare with

We only have ourselves to be nurtured and nourished

We don’t have any race to win
We only have this life to live

Gate/Gene Key 1 - Entropy - Freshness - Beauty

Pernah gak merasa sangat menyala dan bersinar di satu waktu, tapi di waktu lainnya merasa sangat redup dan gak terlihat?
Setelah diingat-ingat dan disadari, pola ini cukup dekat dengan diri saya. Dan saya sering sekali menghakimi diri saya sendiri di saat-saat sedang redup dan tak terlihat tadi. 

“Duh, gimana sih.. kok melempem lagi kamu?” “Momentum diri turun lagi nih. Kamu sih.. bla bla bla..”

Murid Dan Guru

Sejatinya, setiap dari kita sudah memiliki kebijaksanaan di dalam diri kita sendiri.
Sering ada yang menyebutnya Higher Self, True Self, Roh Kudus, atau apapun penamaannya.
 
Seperti sering kita bahas di webinar-webinar Lompatan Hidup, bahwa apa yang ada di dalam itulah yang terproyeksi ke luar.

Emosi

Emosi adalah sesuatu yang alami dan merupakan bagian kehidupan.
Selama masih hidup, alaminya kita masih akan selalu mengalami beraneka ragam emosi, baik power maupun force.
 
Orang-orang yang sudah di level power pun masih bisa mengalami emosi di level force lagi.
Tetap akan masih merasakan, cuma bedanya mereka tidak lagi menjadi korban atas emosi-emosi force mereka.

Tentang Memberi

“Saya tidak merasa memberi sesuatu, tapi ternyata orang lain merasa mendapat sesuatu dari saya.”

Pada dasarnya apapun yang kita lakukan adalah self-centered.
Kita melakukan hal-hal untuk kepuasan dan kebahagiaan kita, karena kita menikmati melakukannya, untuk rasa merasa baik di dalam diri kita, untuk merasa sudah melakukan sesuatu, untuk mendapatkan kebutuhan kita, untuk keberhasilan dan kemenangan kita. 

Do I Believe In Glory In Being Myself?

Do I believe in glory in being myself? 
Ada beberapa elemen dari pertanyaan ini yang sebetulnya akan bisa membantu menemukan jawabannya. 
Jawaban aslinya sendiri singkat, hanya “Yes” atau “No”, namun sebetulnya saya sendiri berharap bisa menjawab pertanyaan ini dengan “Yes” tentunya. 
Mungkin ini adalah harapan setiap orang, untuk bisa sukses, jaya, berhasil dalam hidupnya. 
Pertanyaan ini menarik, karena ternyata memunculkan banyak pertanyaan lanjutan untuk saya pribadi. 
Yuk urai pertanyaan menarik ini. 

Menyelam Ke Dalam

Kenapa kita perlu menyelam ke dalam untuk dapat merasakan keterhubungan, kasih, dan menemukan diri sejati kita?

Kenapa hal-hal sejati tersimpan begitu dalam?

Susahnya Curhat

Ketika gw mau curhat ke orang lain, gw akan mempertimbangkan berkali-kali. Apalagi karena gw sendiri sudah diajarin untuk memproses secara internal terlebih dulu, sebelum memutuskan curhat ke orang lain. 

Menarik Kesimpulan

Pagi ini bangun dengan dibayangi mimpi yang lumayan menimbulkan perasaan tidak nyaman, khawatir, cemas, takut hal buruk akan terjadi. Walaupun ketika bangun juga ada perasaan lega, karena hal yang ditakutkan ternyata hanya ada di dalam mimpi. Namun karena mulai belajar untuk mengamati pertanda, dan mimpi adalah salah satu komunikasi diri yang tersirat, maka saya pun mengamati rasa khawatir yang dimunculkan di dalam mimpi. Dan ya memang betul, belakangan ini sedang lumayan sering muncul khawatir. Hmm.. iya, ada ketakutan yang perlu saya terima dan urai, supaya saya gak berkelanjutan muter-muter di dalam rasa takut itu aja.

Cinta

Cinta kasih menyempurnakan segalanya, termasuk pengetahuan. Karena tanpa cinta kasih, seorang guru setinggi apapun pengetahuannya, hanya akan menjadi hakim. Yang menilai segala sesuatu dari benar dan salah. Yang hanya senang menerima murid yang baik dan pintar, tapi tidak untuk murid yang bodoh dan nakal. Mungkin hanya murid baik dan pintar yg bisa belajar darinya, tapi bukankah esensi seorang guru adalah mengajar yang tidak bisa sehingga menjadi bisa, dari yang tidak baik menjadi yang baik?

Acceptance Heals

Penerimaan itu menyembuhkan. Lalu apa yang membuat gue menderita? Resistance, penolakan. Dan mengapa gue ada penolakan? Karena gue memiliki ekspektasi. Ekspektasi membuat ada standar benar dan salah. Kalau sesuai dengan ekspektasi, maka itu benar dan baik (bagi gue). Tapi kalau tidak sesuai dengan ekspektasi, maka itu salah dan buruk. Dan ketika ada yang salah dan buruk, gue tentu akan cenderung menolak. Seperti kata para bijak, setiap hal adalah netral, ekspektasilah yang memberi muatan positif dan negatif pada hal tersebut.

Tidak Ada

Di saat hening pagi ini aku bercakap-cakap dengan Dia yang di dalam.
Keheningan di luar namun penuh perasaan di dalam, ini yang membuatku menikmati saat-saat duduk diam seperti ini.

Aku bertanya akan banyak hal, dan menyadari hal-hal yang berputar-putar di pikiranku beberapa tahun belakangan ini. Bahkan sampai saat ini. Keresahan akan keberlimpahan. Katanya hidup ini berlimpah, semua yang aku butuhkan selalu diberi dan dicukupkan, tetapi kenapa aku masih merasakan kekurangan?

Tentang Saya

Buat gw, salah satu hal yg paling gw syukuri dari hubungan gw dan Ary Agung Wahono saat ini adalah kemampuan membicarakan hal-hal yang sensitif dan gak menyenangkan.

Gw masih inget jaman-jaman dulu, ada banyak area yang masuk ke dalam kategori sensitif dan gak menyenangkan buat gw & Ary. Akhirnya seringkali memilih untuk diem, menyimpan sendiri, menahan, memendam. Intinya udahlah diem aja daripada dibahas malah jadi ribut.

Taman Diri

No man is an island. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa hidup sendiri tanpa orang lain. Bahkan di saat seseorang begitu hebat sekalipun, hidupnya baru akan bermanfaat dan bermakna ketika ia membagikan pengetahuan dan kebijaksanaannya kepada orang lain. Dunia ini adalah dunia yang mengalir. Segala sesuatu ada kalanya mengalir masuk, dan ada kalanya keluar. Dan makna hidup seseorang ditentukan oleh seberapa banyak ia belajar dari dunia, dan seberapa banyak ia menginspirasi dunia.

Semoga Berjodoh Baik

Jika kekosongan pilu di hatinya bisa tertuang ke dalam kata-kata, mungkin ia akan bilang, “Aku merindukan sosok ayah yang tak pernah kau hadirkan untukku.”

“Papamu orang baik.” Satu kalimat ini cukup membuat gue terhenyak beberapa detik. Kenangan-kenangan yang gue lalui bersama Papa gak cukup buat gue untuk bisa mendapatkan kesan yang baik tentang beliau.

Rindu Rumah Jiwa

“Jiwaku haus pada-Mu Tuhan
Ingin melihat wajah Allah”

Baru kemarin aku benar-benar merasakan kerinduan yang seperti itu
Kerinduan untuk pulang, masuk ke dalam, ke tempat ternyaman

Aku baru paham bahwa kerinduanku itu adalah kerinduanku akan Tuhan
Apapun siapapun nama dan sebutannya

Kerinduan akan jiwa sejatiku
Aku ingin pulang

Milik

Di saat hening pagi ini aku bercakap-cakap dengan Dia yang di dalam.
Keheningan di luar namun penuh perasaan di dalam, ini yang membuatku menikmati saat-saat duduk diam seperti ini.

Aku bertanya akan banyak hal, dan menyadari hal-hal yang berputar-putar di pikiranku beberapa tahun belakangan ini. Bahkan sampai saat ini. Keresahan akan keberlimpahan. Katanya hidup ini berlimpah, semua yang aku butuhkan selalu diberi dan dicukupkan, tetapi kenapa aku masih merasakan kekurangan?

Menemukan Alasan Untuk Hidup

Sudah ketemu belum “why”-mu?
Alasan mengapa bangun pagi setiap hari dengan semangat.
Alasan mengapa ingin terus bertumbuh dan berkembang.
Alasan mengapa hari demi hari begitu berarti untuk dinikmati.

Gue sendiri baru mulai yakin akan “why” gue beberapa bulan belakangan.
Sejak ketemu Human Design, gue makin tau tentang rancangan diri gue.

Kangen Memulai Lagi

Malem ini, gue jd terflash back lagi ke masa-masa dulu. Dan gue amazed dan bersyukur banget untuk mereka. Gue amazed karena dari usaha yang dulu gue gak terlalu suka, kalo boleh jujur, ternyata banyak mengisi hidup gue dengan pengalaman bermakna.. Dari orang-orang yang totally gak gue kenal, bisa sampe jadi kaya keluarga. Dan salah satu yang paling berharga buat gue adalah ketika gue bisa jadi bagian dari perjalanan berkembangnya diri dan hidup seseorang.

Jadi Wanita (Lagi)

“Lo pake lipstick kek biar rada cerah.”
“Mana punya lipstick gue.. Udahlah, biasa juga gue gini.”
“Iya, tapi kan baju lo udah rapi gitu. Pakelah.. Mana sini, gue pakein. Pake punya gue aja. 3 oles goban ye..”

“Rambut lo gak lo apa-apain tuh?”
“Hah? Kaga. Emang mau diapain?”
“Hadeh.. sini gue yang bikinin. Duduk lo sini cepetan.”

Iya, Gue Emak-Emak

Ketika gue punya perasaan yang sungkan untuk gue akui, tapi cukup menyita ruang di pikiran gue selama beberapa saat, nah di saat itulah gue merasa butuh menulis.
Menulis adalah salah satu jalan untuk melegakan hati buat gue.
Nah, karena kemaren-kemaren gue udah cukup santai mengakui semua perasaan gue, jadi kok kayanya gue belom butuh nulis lagi.
Sampai beberapa hari terakhir ini.

ILUSI

Udah nonton film Onward? Keluarnya tahun 2020, tapi gue baru nonton sekitar sebulanan yang lalu. Film kartun tentang pencarian kembali keajaiban sihir yang hilang ditelan kemajuan teknologi jaman modern. Tokoh utamanya Ian, seorang remaja, yang hidup bersama ibu dan kakak laki-lakinya, Barley. Ayahnya meninggal karena sakit sejak Ian masih di kandungan.

Gitu Aja Ah!

Dear Para Orangtua,

Suka berasa gak sih kalo kita suka egois sama anak kita?
Mau menang sendiri dan maunya bener sendiri.

Kejadian nih sama gue n nyokap.

Ambyar

SEDIH

Pagi-pagi jam 9-an buka salah satu grup WhatsApp dapet kabar Didi Kempot meninggal dunia jam 7.45 pagi tadi. Dan gue langsung berasa ambyar. Gue sendiri baru akrab sama lagu-lagunya Didi Kempot beberapa bulan belakangan ini. Itupun gara-gara suami gue yang kasi tau gue bahwa Didi Kempot naik lagi popularitasnya karena viral di kalangan generasi milenial dan generasi Z. Awalnya gue cuma heran aja, “Kok bisa ya? Lagu bahasa Jawa bisa juga jadi trend ya..”

Tutup Pintunya

Melepaskan sesuatu mungkin harusnya adalah perkara yang sederhana.
Tapi di pikiranku terkadang itu jadi perkara yang sulit dan rumit.

Seseorang berkata padaku
“Tutup saja pintunya. Dan lepaskan. Tidak usah berusaha untuk melupakan. Lama-lama akan hilang sendiri.”

Benarkah begitu saja?
Pikiranku membandel

Perjalanan Jiwa

Kita di dunia ini sementara
Karena tempat kita bukanlah di sini
Tapi, kita melekat dan erat pada yang sementara
Berat untuk kembali ke yang abadi

Kok Bisa Yah Dia Begitu? Nyatanya Memang Bisa

Sudut pandang orang itu beda-beda dan menariknya, bisa saling berlawanan.
Yang sulit adalah memahami bahwa benar bagi kita mungkin salah bagi orang lain.
Dan juga sebaliknya.

Ketika kita merasa disakiti, belum tentu yang sana merasa menyakiti.

Learn And Unlearn

“You learn who you are by unlearning who they taught you to be.”
“Anda mengetahui siapa diri Anda dengan melepaskan apa yang diajarkan orang lain kepada Anda.”

Setahun yang lalu, mungkin gue gak akan paham maksud kutipan ini.

Tahun 2020 ini, tahun yang aneh, dengan segala kejutan dan perubahan tiba-tiba yang terjadi di sekeliling kita, ternyata juga adalah tahun yang sarat pesan buat diri gue pribadi.

Gelap Dan Terang Adalah Satu

“Ma, Mama jangan bete dong.. Kalo Mama bete, semua bete Ma. Senyum yaa..”

Cerita ini dateng dari seorang teman yang baru menemukan inner childnya yang terpendam sekian lama, dan dia tiba-tiba merasa sedih dan sesak di dada. Namun, dia merasa harus menahan perasaannya karena harus tetap baik-baik saja di depan anak-anaknya. Anaknya mengucapkan kalimat di atas, dan menyadarkan dirinya bahwa ia tidak boleh terlihat sedih di depan anak-anaknya.

C Minus

“Mami, math Kokoh dapet C minus.”
Setelah sebelumnya dia laporan nilai-nilai pelajaran lain yang A dan B, terakhir ini dia agak takut laporan ke gue. Hehe.. Karena pas math ini gue udah ingetin dia bolak-balik untuk review, dan dia dengan entengnya bilang bahwa dia udah tau. Ya, baiklah.

Dunia Pelangi

Dunia kita ini dunia pelangi. Bukan dunia hitam dan putih, bukan juga dunia satu warna. Warna-warni bukan hanya milik benda, melainkan juga milik kita, manusia. Setiap jiwa terlahir dengan membawa warna-warni unik yang tidak ada duanya. Miliaran warna berbeda.

Celoteh Jiwa Tua

Alkisah hiduplah satu jiwa tua yang berkelana. Ia berpetualang dan terus berjalan dari satu ruang ke ruang lainnya, dari satu waktu ke waktu berikutnya. Entah sudah berapa ratus ruang dan waktu ia singgahi. 

Kini ia berada di masa sekarang, saat ini, di sebuah tempat di mana akhirnya ia merasa bisa berdiam dan mengurut perjalanan demi perjalanannya.

Ah, Kita Memang Udah Gak Cocok Lagi

Gw lagi (masih) baca buku Mindset. Buku ini menarik banget buat gw dan kasih insight2 yang baru dan membuka pikiran lebih luas lagi.

Pada dasarnya buku ini cerita bahwa di dunia ini ada 2 jenis mindset, mindset tetap (fixed mindset) dan mindset tumbuh (growth mindset).

Sejauh yang gw baca sampai sekarang, gw belajar bahwa salah satu perbedaan besar antara kedua mindset ini adalah cara mereka memandang usaha dan pembelajaran.

Carilah (Di Dalam Dirimu), Maka Kamu Akan Mendapatkan

“Wah.. aku ternyata keren ya Kak..” 😍

2 malam yang lalu gw zoom sama salah seorang klien Human Design, dan setelah selesai gw bacain dan jelasin chart Human Designnya, itu ekspresi yang terlontar dari mulutnya.

Jujur gw hepi banget dengernya ketika seseorang akhirnya bisa melihat nilai dirinya dan merasa bahwa dirinya berharga.

Sebetulnya Guampang

“Anak kecil takut gelap, orang gede takut cahaya”
Rusi nyeletuk kalimat ini beberapa hari yang lalu. Bagi gue kalimat ini muantap banget 😍😍

Kemarin gue dapet kalimat yang menohok :
“Waktu kecil main terus sampai lupa makan.
Udah gede nyari makan terus sampai lupa main.”

Crash! Boom! Bang!

Mengosongkan satu demi satu tangki emosi yang terpendam bertahun-tahun, mungkin memang bukan hal yang sederhana.
Another part of my letting-go-journey.
 
Proses melepas sering kali gak terjadi dengan halus..
Benturan di dalam yang sudah terjadi bertahun-tahun lamanya, sangat mungkin keluar dengan benturan yang keras pula

Komunikasi Jiwa

“Pi, boleh cerita ga?” Gue memulai percakapan dengan suami. Akhirnya gue memutuskan untuk mengeluarkan semua ketakutan dan keparnoan gue.

“Ayo, boleh. Kamu mau cerita apa?” Suami gue menanggapi dengan adem.
Dari sini saja gue udah bereaksi sendiri di dalam hati, “Tuh, dia itu sayang sama lo. Heran deh, masih aja mikirin yang enggak-enggak.”
“Iya, iya, tau.. bawel. Ya udah diem, gue mau ngobrol nih.”
Percakapan di luar belum mulai, yang di dalam udah berisik aja.

Dari Takut Jadi Nunggu-Nunggu

Tadi pagi hujan geledek di daerah gue. Dan geledeknya ada yang gede bangeettt.. Keras ding. Eh kenceng.
Ini geledek atau apa sih?
Saking kencengnya gue sendiri aja sampe ikutan agak deg-degan. Takut juga.

Anak-anak gue juga pada takut. Apalagi si bungsu Adele. Adele sih emang dari masih kecil dia gak suka hujan dan teman-temannya.

Tahun Baru

Meskipun tanggalan kalender hanyalah angka, karena sesungguhnya kita selalu berhadapan dengan waktu yang baru setiap detik, namun tetap saja kita menikmati sensasi baru di setiap pergantian tahun.
Sensasi baru ini termasuk harapan, sekaligus juga mungkin kekhawatiran, akan apa yang mungkin hadir ke dalam hidup kita di tahun baru.

Dapatkan Juga Materi Terbaru Di Sosial Media Kami

Dapatkan jadwal webinar terdekat dan berbagai cerita menarik mengenai self healing, penyembuhan luka batin, mental health, pengembangan diri, dll.