Sebetulnya Guampang
“Anak kecil takut gelap, orang gede takut cahaya”
Rusi nyeletuk kalimat ini beberapa hari yang lalu. Bagi gue kalimat ini muantap banget ππ
Kemarin gue dapet kalimat yang menohok :
“Waktu kecil main terus sampai lupa makan.
Udah gede nyari makan terus sampai lupa main.” πππππ€£
Waktu kecil kita Cahaya.
Kerjaannya happy2, main, seru2an. Kalau berantem juga cepet maap2an trus main lagi, seru2an lagi.
Temenan seru sama siapa aja.
Waktu kecil imajinasi kita luar biasa. Tanpa batas.
Beberapa waktu lalu gue baca satu teori utk bikin ketawa adalah berimajinasilah seliar2nya.
Gue langsung tanya Liel, “Koh, apa imajinasi teraneh Kokoh?”
“Obama naik roket sama Sherk. Kepalanya Obama gede banget. Terus Sherknya berdiri di roket sambil joget2 (sambil Liel peragain jogetnya si Shrek)”
Gue “wkwkwkwkwk.. ππ”
Tapi terbukti gue ketawa! ππππ€£
Nah.. gue coba berimajinasi. Kok imajinasinya ga seabsurd Liel ya ππ
Malah imajinasi yang aneh2 ππβΊβΊ
Gue percaya Diri Sejati kita itu waktu kita kecil.
Kita hadir di dunia utk menghadirkan sesuatu yang bermakna.
Entah berapa banyak kegembiraan yang dihadiran oleh para bayi.
Padahal mereka belum bisa berkomunikasi verbal.
Kegembiraan hadir karena kehadiran mereka saja π
Saat usia bertambah, Cahaya mereka mulai tertutup.
Khawatir mulai hadir.
Bahagia mulai samar.
Saat orang2 bijak bilang bahwa hidup itu utk happy2, mereka bilang hidup itu ga gitu. Mereka jadi berkeyakinan bahwa hidup itu kerja keras, pengorbanan, dan teman2nya yang lain.
Mereka tidak menyadari bahwa itu bukan Diri Sejati mereka.
Diri Sejati mereka adalah Cahaya.
Dan Cahaya ga gitu.
Saat mereka diajak utk melihat Cahaya itu mereka takut, skeptis, ga mungkin begitu. Karena jarak pandang mereka ke Cahaya tertutup penghalang.
Padahal jika penghalang itu disingkirkan, Cahaya itu menerpa mereka kembali π
Penghalang itu mungkin luka diri, mungkin omongan orang yang jadi belief kita akhirnya.
Apapun itu, ITU BUKAN KITA.
Kita adalah Cahaya π
βSelamat memulai perjalanan kembali ke Diri Sejati Anda. β
-Ary-