“Jiwaku haus pada-Mu TuhanIngin melihat wajah Allah”
Baru kemarin aku benar-benar merasakan kerinduan yang seperti ituKerinduan untuk pulang, masuk ke dalam, ke tempat ternyaman
Aku baru paham bahwa kerinduanku itu adalah kerinduanku akan TuhanApapun siapapun nama dan sebutannya
Kerinduan akan jiwa sejatikuAku ingin pulang
Pulang bukan ke tempat yang jauhBukan juga yang dekat
Namun pulang ke tempat di dalam sini yang setiap saat ada bersamakuSelalu terbuka namun jarang kusinggahi
Sekarang tempat itu mulai kuingat lagiTempat aku menjadi Diriku
Tiba-tiba, dunia yang ramai tak begitu menarik lagi Hatiku berbisik menarikku mundur
Sepi dulu terasa sebagai penolakanKini sepi itu menenteramkan
Dulu sepi adalah tempatku bersembunyi Kini sepi adalah tempatku pulang
Pulang pada Diri SejatikuDi situ kulihat wajah Allah
Dulu mulutku menyanyi untuk ritualKini jiwaku yang bernyanyi karena rindu
Bukan rindu surga yang nanti dan di atasAku hanya rindu pada rumah jiwaku
Sekarang dan di sini