Do I Believe In Glory In Being Myself?

Do I believe in glory in being myself? 
Ada beberapa elemen dari pertanyaan ini yang sebetulnya akan bisa membantu menemukan jawabannya. 
Jawaban aslinya sendiri singkat, hanya “Yes” atau “No”, namun sebetulnya saya sendiri berharap bisa menjawab pertanyaan ini dengan “Yes” tentunya. 
Mungkin ini adalah harapan setiap orang, untuk bisa sukses, jaya, berhasil dalam hidupnya. 
Pertanyaan ini menarik, karena ternyata memunculkan banyak pertanyaan lanjutan untuk saya pribadi. 
Yuk urai pertanyaan menarik ini. 
 
Yang pertama, believe. Kata bendanya, belief. Percaya dan kepercayaan.
Hal-hal apa yang saya percayai?
Sudahkah saya menyadari hal-hal yang selama ini menjadi kepercayaan saya?
Milik siapa saja kepercayaan yang saya pegang selama ini?
Apakah saya sudah dengan sadar memilih hal-hal yang saya percayai? 
Karena belief menjadi dasar program yang membentuk perilaku, cara berpikir dan cara pandang terhadap sesuatu, kebiasaan-kebiasaan, dan pilihan-pilihan hidup, maka belief ini memainkan peran penting bagi jalan hidup yang saya jalani. 
 
Kata kedua, glory. Kejayaan, kemenangan, keberhasilan, kesuksesan. 
Apa definisi kemenangan dan keberhasilan bagi saya?
Apakah definisi ini betul-betul penting dan bermakna bagi saya, untuk apa saya meraih kemenangan dan keberhasilan tersebut?
Apa yang saya cari dan harapkan dari kemenangan dan keberhasilan itu? 
Apakah itu yang betul-betul saya inginkan dari dalam hati dan jiwa saya?
Situasi dan indikasi apa yang menentukan saya merasa berhasil atau tidak?
Siapa yang menentukan parameter keberhasilan saya tersebut, apakah berasal dari saya sendiri?
 
Saat dua kata ini disatukan, believe in glory, maka kita bisa mulai merasakan apakah ada keselarasan antara apa yang kita percaya dan apa yang kita inginkan sebagai kemenangan kita?
Apakah kepercayaan saya mendukung saya untuk mencapai kemenangan dan keberhasilan?
Atau, pertanyaan mendasar, apakah saya percaya bahwa saya boleh menginginkan keberhasilan versi saya untuk diri saya?
Apakah saya percaya bahwa saya bisa menerima dan mendapatkan keberhasilan tersebut dalam hidup saya?
 
Berlanjut lagi, ke bagian berikutnya, yaitu being myself.
Being ini sendiri pernah saya coba tuliskan dan menjadi satu mini e-book sendiri, saking sedemikian panjangnya pembahasan tentang being ini. Hehe.. Tapi sederhananya, being myself, menjadi diri saya sendiri, adalah saat kita kembali mengenal siapa dan apa diri kita ini, dan kita mulai kembali ke dalamnya. Mulai menjadi sebagaimana adanya diri kita yang unik, istimewa, dan otentik. Termasuk juga kita mulai bisa mengenali siapa dan apa yang bukan diri kita. Ada penerimaan dan pelepasan di dalam proses kita mengenali diri kita kembali. Penerimaan terhadap diri kita, dan pelepasan terhadap yang bukan diri kita. 
 
Bagaimana kita bisa mengenali diri kita kembali? 
Sebagian dari diri kita mungkin sudah pernah muncul dulu, waktu kita masih anak-anak kecil, masih murni sebagai apa adanya kita.
Kalau mengingat kembali masa kecil, hal-hal apa yang saya sukai? 
Hal-hal apa yang membuat saya bahagia?
Karakter seperti apa yang terpancar dari diri saya waktu itu? 
Jika itu sudah pernah muncul, maka kita tinggal kembalikan dan beri ruang untuk sisi diri tersebut untuk keluar dan bersinar lagi. Inilah penerimaan kembali terhadap diri kita yang asli.
Jika selama perjalanan, ada yang menutupi sisi itu, atau mungkin membuat kita mengambil kesimpulan bahwa sisi tersebut tidak layak untuk kita munculkan, maka kenali tularan apa saja yang membuat kita menutup sisi diri itu? Bentukan apa yang membuat kita mengubah sisi diri itu? Inilah pelepasan terhadap bentukan atau tularan yang tidak melayani rancangan diri kita. 
 
Sebagian lainnya dari diri kita, mungkin bisa kita rasakan kehadirannya, namun belum benar-benar kita yakini sepenuhnya. 
Untuk hal-hal semacam ini, saya sangat terbantu oleh Human Design.
Banyak hal yang diungkap Human Design tentang rancangan diri saya, yang kemudian membantu saya mengkonfirmasi dan memvalidasi diri saya sendiri.
Terkadang, sering bahkan, saya membutuhkan penguatan dari luar diri saya, sebelum akhirnya saya bisa percaya sepenuhnya pada diri sendiri.
 
Ya.. satu baris pertanyaan sederhana, dengan jawaban sederhana, ternyata bisa memunculkan serangkaian kontemplasi di dalam diri.
 
Sedikit berbagi tentang Individuation Journey, inilah yang kita lakukan di Individuation Journey. 
Kita seperti dibawa menelusuri pola dasar sesungguhnya dari diri kita, sambil menelusuri mundur “jahitan” yang membentuk diri kita saat ini. Di titik mana jahitan tersebut ternyata berbelok dari pola dasar diri kita, di situ kita akan mengurai kembali jahitan itu dan melepasnya. Sambil kita mulai menjahit ulang membentuk jahitan yang kali ini sesuai dengan pola dasar kita. Bentukan milik kita sendiri. Saat kita semakin mengenali diri kita, kita akan semakin dapat mengenali dengan jelas pula, mana jahitan yang ternyata berbelok dan perlu kita lepas. Kita akan mengenali juga bahwa ternyata kita masih bisa menjahit ulang bentukan baru saat ini. Sumber daya yang kita butuhkan sudah selalu tersedia dan siap untuk kita buka kembali kapanpun kita memutuskan untuk melakukannya. 
 
Do I believe in glory in being myself?
Dasar pertanyaan ini sebetulnya mengajak kita untuk menyadari dan mengingat kembali diri kita. 
Mengingat kembali diri kita yang bersukacita, berdaya, terhubung, dan percaya dengan segala yang kita ada pada kita.
Mengingat kembali jalan kemenangan dan keberhasilan yang sejak lahir telah tercipta bagi kita.
 
Seperti pepatah Mesir kuno mengatakan, yang diulang kembali oleh Sang Guru, 
*“The Kingdom of Heaven is within you, and whosoever shall know himself shall find it.”*
Bahwa kerajaan surga ada di dalam diri setiap orang, dan siapapun yang mengenal dirinya akan menemukannya. 
Dengan filosofi yang sama, maka “The Glory is within you, and whosoever shall know himself shall find it.”
Kemenangan dan keberhasilan setiap orang ada di dalam dirinya, maka siapapun yang mengenal dirinya akan menemukannya. 
 
So, do you believe in glory in being yourself? 🙂

Download Ebook Human Design Gratis

Mengungkap Warna Sejati Diri

Dapatkan Juga Materi Terbaru Di Sosial Media Kami

Dapatkan jadwal webinar terdekat dan berbagai cerita menarik mengenai self healing, penyembuhan luka batin, mental health, pengembangan diri, dll.

Baca Juga Tulisan Lainnnya

Semoga Bermanfaat Dan Jadi Berkat Untuk Semua ❤️😊