Bukan Ga Ngapa-Ngapain 2.0

Yang mendatangkan keberlimpahan bukanlah seberapa banyak kerja, bukan seberapa aktif, bukan sekedar kuantitas. Tapi bagaimana kita mengalir menggunakan energi kita, bagaimana energi kita digunakan dengan berkualitas dan selaras dengan Semesta.
Di Human Design, kita bisa bergerak selaras dengan Semesta salah satunya adalah dengan mengenali dan mengikuti Strategy kita. 
 
Kalau keberlimpahan datang dari kerja dan keaktifan seseorang, maka harusnya orang yang kerja dari pagi sampai malam pasti kaya, orang yang kerja keras banting tulang pasti kaya. Kenyataannya, apakah pasti begitu?
 
Karena sekali lagi, keberlimpahan datang dari keselarasan energi kita dengan Semesta dan bagaimana kita mengalir menggunakan energi kita.
Untuk Projector contohnya, yang strategynya adalah wait for invitation, maka saat menunggu undangan itulah dia mengalir dan energinya selaras.
Untuk semua type, kecuali Manifestor, strategynya adalah menunggu sebetulnya.
Dan menurut Ra Uru Hu, menunggu di sini bukanlah passive state. It’s an active state. Justru dengan menunggu itu, energinya sedang bekerja sebagaimana mestinya.
 
Nah, di sini peran conditioning lingkungan mengintervensi. 
Manusia cenderung membandingkan, menyeragamkan, dan menghakimi, menimbulkan penilaian yang kemudian menjadi keyakinan.
Seperti, kalau bicara menunggu, kesan dari menunggu adalah pasif.
Dan kesan umum, pasif itu lebih jelek daripada aktif.
Aktif itu terkesan rajin, produktif, berusaha, kuat, cepat, terbaik, akan jadi nomor satu, berhasil, dan berbagai kesan lainnya.
Sedangkan pasif, menimbulkan kesan malas, lemah, juga menimbulkan rasa takut kekurangan, takut kalah dan gak kebagian karena kalah dengan yang aktif, dll.
 
Dan bicara soal keseragaman, kerja dan produktif pun hanya dinilai dari aktivitas tertentu yang dianggap aktif. 
Contoh, sibuk itu aktif, diam itu pasif. 
Pertanyaannya, apakah sibuk itu pasti produktif dan diam itu pasti gak produktif?
 
Karena ada kesan yg tertanam begini, maka saat kita perlu diam dan menunggu, timbul perasaan-perasaan tidak nyaman. 
Yang harusnya menunggu dijalani dengan perasaan damai sejahtera dan mengalir, jadinya gak begitu.
Gelisah, merasa bersalah, merasa gak produktif, merasa harus memulai sehingga mengambil keputusan yang menabrak, dll. 
Energinya jadi gak mengalir lancar karena keblock.
 
Padahal, kalau mau dicermati, apakah menunggu itu berarti gak ngapa2in? Sama sekali tidak. Yuk, kita lihat strategy yang menunggu secara singkat.
 
Untuk Generator dan Manifesting Generator, strategy Anda adalah To Respond. Dan menunggu sesuatu datang untuk Anda respon sebetulnya bukan hal yang sulit. Karena energi kerja Anda dibutuhkan oleh lingkungan, maka secara alami Anda akan menerima berbagai hal yang datang untuk Anda respon. Nah, menunggu untuk Anda adalah waktu untuk mengenali hal yang datang dan mengenali respon Anda terhadap hal tersebut. Bahwa tidak semua hal yang datang harus Anda respon dengan jawaban “Ya”. Seringkali, kita terbiasa menanggapi sesuatu yang datang dengan reaktif dan berujung masalah atau penyesalan. Di sini pentingnya para Generator dan Manifesting Generator untuk perlu belajar menjadi responsif, yaitu mengenali dengan jernih hal-hal yang datang sehingga Anda bisa merespon dengan benar sesuai rancangan diri Anda.
 
Untuk Projector, strategynya Wait for Invitation. Saat menunggu “undangan” , yang Anda lakukan adalah memperdalam keahlian dan pengetahuan Anda. Melakukan hal-hal yang Anda sukai. Anda tetap melakukan suatu hal, bahkan mungkin banyak hal, hanya bedanya Anda melakukannya ke dalam. Menjalani proses menyerap dan memperdalam untuk menjadi master adalah yang Anda lakukan di waktu-waktu menunggu Anda. Dan jika Anda menemukan hal yang Anda nikmati, maka waktu menunggu akan Anda jalani tanpa merasa bersalah, tanpa merasa tidak produktif. Anda tetap produktif dengan cara Anda.
 
Reflector, bahkan bisa lebih dinilai pasif kalau menggunakan ukuran dunia, karena strategynya menunggu siklus 1 bulan, sekitar 28 hari. Apakah selama 28 hari gak ngapa2in? Tentu tidak. Reflector menggunakan siklus tersebut untuk mencari data, mengamati, mengobservasi, menjernihkan, sehingga di akhir siklus, Anda betul-betul tahu apa yang Anda inginkan dan terbaik untuk Anda, memastikan bukan tularan dari luar. 
 
Banyak orang yang masih terkondisi oleh keyakinan-keyakinan tularan, yang akhirnya gak nyaman menunggu dan kemudian memaksa memulai atau melakukan sesuatu tanpa mengenali dan mengikuti Strategynya, sehingga tidak selaras dengan Semesta.
Yang penting sibuk, yang penting melakukan sesuatu, yang penting berusaha, tanpa mendengarkan tuntunan dari dalam jiwanya.
Energinya digunakan untuk menabrak dan keluar dari jalur.
Dan karena menabrak rancangan dirinya dan tidak selaras, maka yang terjadi seringkali adalah resistensi, yang tertuang dalam Not-Self Theme, yaitu frustrasi untuk Generator dan Manifesting Generator, kemarahan untuk Manifestor, kepahitan untuk Projector, dan kekecewaan untuk Reflector.
 
Ada satu cerita di kitab Tao,tentang seorang chef ahli bernama Ting yang terkenal dengan keahliannya memotong sapi. Dalam memotong sapi, pisau adalah alat utama yang digunakan. Chef Ting mengatakan bahwa kemahiran seorang chef dapat dilihat dari kondisi dan umur pisaunya. Chef dengan kemampuan rata-rata mengganti pisaunya setiap bulan, tapi chef yang mahir mengganti pisaunya setiap tahun. Mengapa? Karena chef yang mahir tahu bagaimana menggunakan pisaunya dengan tepat, tanpa tenaga dan memaksa. Chef Ting sendiri baru mengganti pisaunya setelah 19 tahun. Dia tahu jalur alami yang perlu ia ikuti saat memotong seekor sapi, sehingga ia tidak perlu menggunakan pisaunya dengan tenaga. Ia memotong dengan keahlian dan kehalusan, bukan dengan paksaan kekuatan dan tenaga. 
 
Intinya, ketika kita beroperasi sesuai dengan rancangan diri kita, cara kita mungkin berbeda, intensitas kerja dan produktivitas kita berbeda, tapi semuanya adalah cara energi kita mengalir.
Dengan mengikuti Strategy, kita belajar menggunakan energi kita secara selaras dan harmoni dengan Semesta.
Ketika energi mengalir tanpa blocking dan paksaan, maka akan terasa ringan dan mudah.
Keberlimpahan pada dasarnya tersedia untuk semua makhluk, jika semuanya mengalir sesuai dengan irama masing-masing.
Waktu, tempat, sumber daya, orang-orang akan datang dengan selaras.
 
Lepaskan satu per satu irama seragam yang selama ini dipakaikan dunia, agar kita bisa kembali mengikuti harmoni milik kita masing-masing.
Find your own beat, live your own rhythm.

Download Ebook Human Design Gratis

Mengungkap Warna Sejati Diri

Dapatkan Juga Materi Terbaru Di Sosial Media Kami

Dapatkan jadwal webinar terdekat dan berbagai cerita menarik mengenai self healing, penyembuhan luka batin, mental health, pengembangan diri, dll.

Baca Juga Tulisan Lainnnya

Semoga Bermanfaat Dan Jadi Berkat Untuk Semua ❤️😊