Murid Dan Guru
Sejatinya, setiap dari kita sudah memiliki kebijaksanaan di dalam diri kita sendiri.
Sering ada yang menyebutnya Higher Self, True Self, Roh Kudus, atau apapun penamaannya.
Seperti sering kita bahas di webinar-webinar Lompatan Hidup, bahwa apa yang ada di dalam itulah yang terproyeksi ke luar.
Itulah yang juga terjadi saat kita mulai mencari dan bertanya.
Saat kita terbuka dan siap belajar dari dalam diri kita, sosok murid sekaligus the Higher Self di dalam diri kita mulai muncul, sehingga pengetahuan yang kita cari pun terproyeksi ke luar, karena di tahap awal lebih mudah bagi kita untuk menemukannya di luar terlebih dahulu.
Saat sosok pembelajar dan the Higher Self ini mulai aktif, di sinilah kita mulai mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dari hal-hal yang mungkin sudah pernah kita ketahui sebelumnya. Dan memang, tidak ada yang baru di muka bumi ini. Yang baru adalah pemahaman kita yang terus bertumbuh.
Maka, sebetulnya sosok guru di luar adalah proyeksi dari mulai terbukanya kebijaksanaan seseorang di dalam dirinya sendiri. Pengetahuan-pengetahuan yang datang adalah proyeksi dari pencarian di dalam.
Maka, pertama, satu pengetahuan bisa dipahami berbeda, baik oleh orang yang berbeda di waktu yang sama, ataupun oleh orang yang sama di waktu yang berbeda, itu sesuatu yang alami. Karena pengetahuan di luar hanya akan diproses sesuai tarikan di dalam diri.
Kedua, jika kebetulan kita menjadi atau dianggap guru, kita akan menyadari bahwa sejatinya kita hanyalah proyeksi dari sosok guru di dalam diri orang yang datang kepada kita, karena setiap orang pada dasarnya sudah memiliki kebijaksanaan dan Higher Selfnya masing-masing di dalam dirinya.
Dengan kesadaran ini, maka kita tidak jumawa, juga tidak terbeban.
Jika seseorang berhasil, itu karena dirinya sendiri yang memang sudah bertumbuh ke tahap pemahaman yang lebih tinggi.
Jika seseorang gagal, itupun karena dirinya sendiri yang masih berada di tahap pemahaman tempat ia berada saat ini.
Pada dasarnya, orang berhasil bukan karena kita, orang gagal pun bukan karena kita.
Tugas kita, jika memiliki panggilan untuk berbagi, hanyalah mengalirkan energi kita sendiri.
Bagaimana diterimanya dan bagaimana hasilnya terhadap orang lain, sudah bukan urusan kita, sudah tergantung jodoh dengan apa yang ada di dalam diri orang lain tersebut.
Pada akhirnya, semakin bertumbuh kesadaran seseorang akan keberadaannya, ia pun akan semakin mengenal dan mendengar Higher Self di dalam dirinya sendiri, sehingga akhirnya ia berhenti mencari di luar dan mendapatkan semuanya dari dalam.