Menarik Kesimpulan
Pagi ini bangun dengan dibayangi mimpi yang lumayan menimbulkan perasaan tidak nyaman, khawatir, cemas, takut hal buruk akan terjadi. Walaupun ketika bangun juga ada perasaan lega, karena hal yang ditakutkan ternyata hanya ada di dalam mimpi. Namun karena mulai belajar untuk mengamati pertanda, dan mimpi adalah salah satu komunikasi diri yang tersirat, maka saya pun mengamati rasa khawatir yang dimunculkan di dalam mimpi. Dan ya memang betul, belakangan ini sedang lumayan sering muncul khawatir. Hmm.. iya, ada ketakutan yang perlu saya terima dan urai, supaya saya gak berkelanjutan muter-muter di dalam rasa takut itu aja.
Bangun dari tempat tidur, keluar kamar, lalu duduk di sofa depan sambil scroll-scroll reels ig, ketemu video-video lucu. Ngakak beberapa saat, kemudian rasa khawatir yang tadi menyelinap lagi. Memang masih ada, karena belum diajak ngobrol dan diurai tadi. Baiklah, masuk ke kamar lagi, duduk diam. Masuk ke suasana meditasi. Mendengarkan dan mengamati.
Saya sering mulai meditasi dengan tahapan meditasi sederhana yang dibagikan Vishen Lakhiani dari Mind Valley. 6 tahapan singkat, yaitu merasakan dicintai dan mengirim cinta, bersyukur, memaafkan dan meminta maaf, merancang masa depan, merancang hari ini, dan menerima berkat. Dari 6 tahapan ini biasanya bisa berkembang di salah satu atau beberapa tahapan yang hari itu sedang relate dengan diri saya. Kadang bisa singkat 15 menit kelar, kadang juga bisa melebar ke mana-mana percakapannya hingga 30-40 menit.
Hari ini, terjadi percakapan menarik di tahapan bersyukur dan merancang masa depan. Setelah saya mensyukuri segala yang ada di sekeliling saya, orang-orang tercinta, fasilitas-fasilitas yang tersedia, rencana-rencana yang berjalan lancar, dan pekerjaan yang menyenangkan, saya mensyukuri segala yang ada di dalam diri saya. Kesadaran, keterhubungan, pengetahuan, pelajaran, inspirasi dan pencerahan, cinta kasih, adalah hal-hal yang saya syukuri dari perjalanan diri saya.
“Tuhan, saya berterima kasih untuk segala sumber yang mengalir dari dalam diri saya.”
“Jika kamu berterima kasih, maka gunakanlah sumber-sumber di dalam dirimu. Bagikanlah. Kesadaranmu, pengetahuanmu, pengalaman dan perjalananmu, adalah sumber untuk kamu bagikan. Kenapa kamu menahan diri? Tidak ada yang perlu kamu tahan, tidak ada yang berguna dengan hanya kamu simpan. Jika ada yang muncul dari dalam dirimu, alirkanlah. Nyalakan sumbermu. Kamu sudah memiliki yang kamu butuhkan. Kamu tidak kekurangan suatu apapun, kamu hanya belum membiarkannya menyala dan mengalir.”
Tiba-tiba saya melompat ke tahapan merancang masa depan. Saya sempat ragu, apakah saya masih bisa berharap dan meminta. Belakangan ini, rasanya pelajaran yang saya dapat adalah tentang mensyukuri apa yang ada dan mengurangi keinginan berlebih. Bedanya tipis memang antara mengelola keinginan dengan tetap memiliki harapan. Belakangan ini, saya kecewa karena apa yang saya inginkan belum terwujud. Saya pikir, pelajarannya adalah untuk saya hidup aman-aman saja, tanpa harapan macem-macem. Jadi bablas pesimis.
Tapi kemudian ada kesadaran muncul,
“Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan, bisa jadi kesimpulanmu tidak tepat dan tidak bijak. Hal-hal yang belum selesai adalah pembawa pesan untuk kamu menyalakan sumber yang ada di dalam dirimu, bukan untuk mematikan harapanmu.”
Iya ya.. semua kejadian yang datang pasti membawa pesan untuk kita bertumbuh menjadi lebih baik. Kalau saya mengambil kesimpulan yang malah melemahkan diri, sudah pasti kesimpulan itu kesimpulan saya yang sembrono. Dengan kesimpulan yang salah biasanya saya malah akan menenggelamkan diri saya lagi pada putaran pola dan keruwetan yang sama. Sampai kapan? Sampai saya bisa melihat kesimpulan yang benar tentang pesan dan pelajaran yang sebenarnya. Pesan dan pelajaran yang membawa diri saya berubah menjadi versi yang lebih baik. Di situlah pola keruwetan akan terurai dan saya bisa memulai menjalin pola yang baru dengan kesadaran baru yang telah terupgrade.
Kembali ke meditasi, saya mulai memasuki tahapan meditasi merancang masa depan dengan hati yang lebih plong. Belum 100% plong, tapi jauh lebih ringan daripada awal tadi.
“Nyalakan sumbermu, jangan menahan diri, lepaskan ketakutan, jalani apa yang sudah ada dan apa yang bisa dilakukan saat ini. Berkarya dan bersukacitalah.”
Mas Herwi, terima kasih untuk pemahaman tentang berkarya dan bersukacita di webinar Lompatan Hidup kemarin. Puji Tuhan dari yang terdownload ada yang mulai bisa dipahami berkat rasa khawatir yang sedang lewat, walaupun baru sedikit. hehe…