Takut
Tuhan, aku ingin masuk ke dalam sana dan berdiam di situ
Mengapa?
Karena di sana aku merasa aman. Tak ada seorangpun selain diriku. Tak ada yang menghakimiku. Tak ada orang yang perlu aku buat senang. Aku tak perlu persetujuan orang di dalam sana. Aku bisa menjadi diriku sendiri.
Itu bukanlah rasa aman yg sesungguhnya. Kamu hanya melarikan diri dari rasa tidak aman di dalam dirimu sendiri.
Mungkin itukah kenapa aku merasa ada yang kurang ketika aku di dalam sana?
Anakku, tidak ada orang yang ditakdirkan untuk menyimpan semuanya sendiri. Dunia ini terlalu luas untuk kau tinggali sendirian. Keluarlah, tempatmu bukan di ruang sendiri. Berbagilah keluar.. ada orang-orang yang membutuhkanmu.
Tapi aku takut. Ingat Tuhan? Aku takut dihakimi, aku masih merasa kurang untuk berbagi. Aku belum cukup bijaksana, belum lengkap pengetahuan dan kemampuanku.
Rasa aman yang sesungguhnya bukanlah rasa aman ketika kamu berada di tempat sepi. Rasa aman yang sesungguhnya adalah ketika kamu berada di tengah-tengah keramaian dan mungkin kekacauan, namun kamu tahu di mana kamu berdiri, kamu tahu nilai dirimu, kamu tahu bahwa kamu memiliki cinta, dan kamu melakukan apa yang kamu inginkan dari dalam jiwamu, bukan untuk menyenangkan siapapun, melainkan karena kamu mendengarkan tuntunan jiwamu. Di situlah rasa amanmu yang sesungguhnya.
Yohanes 14:27
“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”