Pagi ini Liel cerita sama gw dia pernah mimpiin engkongnya, bokap gw.
Dia nanya kenapa ya Mi..
Gw nanya, “Mimpi apa Kokohnya?”
“Engkong kan biasa di kursi roda. Di mimpi Engkong udah berdiri dan jalan. Engkong jalan dan kita semua peluk dia. Abis itu Engkong jalan lagi dan dia sempet nengok lagi ke kita, and he waved.”
“Engkongnya senyum ga Koh?”
“Iya, senyum.”
Bukan cuma kali ini anak gw nanya-nanya soal engkongnya dan bilang bahwa dia iri sama gw yang punya banyak kenangan sama engkong gw, kongconya dia. Sedangkan dia enggak.
Sayangnya dia emg gak punya kesempatan main dan deket sama kakek2nya. Gw sama Ary punya background yang mirip-mirip. Dia bahkan gak pernah ketemu sama bokapnya Ary.
Menyesal gak gw?Enggak sih,karena waktu itu gw dengan sadar tau kenapa gw gak bisa deket.
Sekarang gw lebih feel sorry aja buat si Liel yang ternyata punya kerinduan sama sosok engkong.
Dan gw cuma bisa bilang ke dia,
“He might not be a good dad for me
But I forgot that he might be a good grandpa for you
I’m sorry you didn’t have much time with him
I haven’t learned much that time
I’m sorry Kokoh..”
“Ya, it’s okay Mi..”
Sambil ngeliat ke luar jendela dalam hati gw bilang, “Pa, cucu Papa kangen nih.. Damai di sana ya Pa.”